Blueprint of Us

Blueprint of Us

  • WpView
    Reads 9,842
  • WpVote
    Votes 1,211
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 25, 2025
Di usia tiga puluh tujuh, Arsatama sudah punya segalanya. Nama besar, kantor arsitektur miliknya sendiri, dan ketenangan yang tidak bisa ditembus siapa pun. Setelah istrinya meninggal, hidupnya hanya berputar antara proyek, gambar desain, dan anak laki-lakinya, Lino. Tidak ada ruang untuk cinta. Tidak ada waktu untuk siapa pun. Sampai Adelia datang. Arsitek muda yang tidak banyak bicara, tetapi bekerja dengan ritme yang membuatnya sulit untuk tidak memperhatikan perempuan itu. Awalnya hanya rekan kerja, tetapi di balik tatapan datar dan sikap profesional, sesuatu perlahan berubah. Arsatama tahu ia seharusnya menahan diri. Tetapi semakin sering melihat cara Adelia menatap dunia dan cara Lino menatapnya ia mulai sadar, kalau ada beberapa hal yang tidak bisa dirancang sebaik apa pun. Termasuk perasaan.
All Rights Reserved
#293
hotdaddy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines