This is what they call home?

This is what they call home?

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing23m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
"Apakah ini yang disebut rumah? Rasanya benar-benar aneh..." "Jika tidak ada tempatmu untuk berpulang, kami ada di sini, m/n! Kami akan menjadi tempatmu berteduh!" Aneh... tapi nyata. Ia tak pernah tahu bagaimana rasanya dipedulikan. Ia tak pernah merasakan hangatnya kasih sayang, apalagi cinta. Ia tak tahu arti dari kata rumah. Tempat di mana seseorang bisa merasa aman, diterima, dan dicintai. Namun, kehadiran mereka perlahan membuatnya memahami arti dari semua itu. Hidupnya yang kelam membuat kata 'rumah' dan 'tempat bersandar' terdengar asing, seolah berasal dari bahasa yang tak pernah ia pelajari. Yang ia kenal hanyalah kata-kata seperti 'tak berguna', 'beban', dan 'aneh'. Itu saja. Ia dianggap aneh karena matanya yang heterochromia, dua warna yang berbeda, dua dunia yang bertentangan. Tapi bukankah itu takdir? Kita tidak bisa memilih seperti apa rupa kita. Hanya Tuhan yang berhak menentukan bentuk dan wajah yang kita miliki. Hinaan sudah menjadi teman lamanya, bagian dari kesehariannya. Tapi jika ada yang memujinya, jika ada kata positif yang tertuju padanya, ia hanya bisa terdiam. Ia tak tahu bagaimana harus bereaksi, seolah kata-kata itu berasal dari dunia yang bukan miliknya. Dan untuk pertama kalinya... ia mulai bertanya-tanya mungkin, hanya mungkin-apakah ia juga berhak untuk merasakan hangatnya tempat bernama rumah?
All Rights Reserved
#333
kenmakozume
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleya
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • This Breath Isn't Mine Anymore
  • Chatralian's Home [END]
  • Rindu Itu Luka
  • TUAH ASMARA
  • What If I Never Met You
  • Bumi
  • THE LAST POWER
Aleya

Hidup Aleya selalu dimulai dengan tatapan yang sama-tatapan benci dari kedua kakaknya. Sejak kecil, ia terbiasa dicibir, diabaikan, bahkan dibully di rumah. Bagi mereka, Aleya hanyalah sumber luka. Padahal, Aleya tak pernah meminta dilahirkan di dunia ini. Ia tak pernah tahu, betapa kehadirannya mengubah segalanya. Ibunya meninggal setelah melahirkannya, dan pesan terakhir sang ibu hanya satu: "Lindungi Aleya." Sejak saat itu, ayah menjadi sangat protektif pada Aleya. Tapi kasih sayang itu justru membuat luka baru-bagi kakak-kakaknya, Aleya adalah anak kesayangan yang selalu mendapat perhatian lebih, sementara mereka tumbuh dengan rasa haus kasih sayang. Di rumah, Aleya jadi musuh. Di sekolah, hanya ada dua orang yang membuatnya merasa hidup: Inge, sahabatnya sejak kelas satu SMA, dan Kelvin, cowok ceria yang selalu jadi penopang semangat mereka. Tapi dunia tak pernah berpihak pada Aleya terlalu lama. Saat kehangatan itu mulai runtuh, Aleya hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ada tempat di dunia ini di mana ia benar-benar dicintai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines