This is what they call home?

This is what they call home?

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing23m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
"Apakah ini yang disebut rumah? Rasanya benar-benar aneh..." "Jika tidak ada tempatmu untuk berpulang, kami ada di sini, m/n! Kami akan menjadi tempatmu berteduh!" Aneh... tapi nyata. Ia tak pernah tahu bagaimana rasanya dipedulikan. Ia tak pernah merasakan hangatnya kasih sayang, apalagi cinta. Ia tak tahu arti dari kata rumah. Tempat di mana seseorang bisa merasa aman, diterima, dan dicintai. Namun, kehadiran mereka perlahan membuatnya memahami arti dari semua itu. Hidupnya yang kelam membuat kata 'rumah' dan 'tempat bersandar' terdengar asing, seolah berasal dari bahasa yang tak pernah ia pelajari. Yang ia kenal hanyalah kata-kata seperti 'tak berguna', 'beban', dan 'aneh'. Itu saja. Ia dianggap aneh karena matanya yang heterochromia, dua warna yang berbeda, dua dunia yang bertentangan. Tapi bukankah itu takdir? Kita tidak bisa memilih seperti apa rupa kita. Hanya Tuhan yang berhak menentukan bentuk dan wajah yang kita miliki. Hinaan sudah menjadi teman lamanya, bagian dari kesehariannya. Tapi jika ada yang memujinya, jika ada kata positif yang tertuju padanya, ia hanya bisa terdiam. Ia tak tahu bagaimana harus bereaksi, seolah kata-kata itu berasal dari dunia yang bukan miliknya. Dan untuk pertama kalinya... ia mulai bertanya-tanya mungkin, hanya mungkin-apakah ia juga berhak untuk merasakan hangatnya tempat bernama rumah?
All Rights Reserved
#476
kenmakozume
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • TUAH ASMARA
  • Naruto : The God Reincarnation
  • Rindu Itu Luka
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • THE LAST POWER
  • Bumi
  • What If I Never Met You
  • My Best Mama

Sinopsis Penuh > "Kalau masa boleh patah balik, aku rela tenggelam... asal bukan dia." Dhaura Azlena, anak bongsu perempuan daripada enam beradik. Satu-satunya bunga dalam keluarga yang didominasi lelaki. Dia bukan dilahirkan untuk dibenci - tapi sejak umur tujuh tahun, hidupnya bertukar jadi mimpi ngeri. Kembar lelakinya, Dhairell Azkera, mati lemas ketika cuba menyelamatkannya di sungai. Dan sejak itu, seluruh keluarganya berubah. Ibu, ayah, dan abang-abangnya - Danish Elraza, Dazran Aqeel, Darian Azmea, dan Dzulfaqa Arsha - memandang Dhaura seperti beban. Seperti punca segalanya musnah. Dia disalahkan, dibenci, dibuang. Selama sembilan tahun, Dhaura dibesarkan oleh Tok Ayah - satu-satunya insan yang melihat dia sebagai manusia, bukan 'pembunuh'. Dalam pelukan datuknya, Dhaura belajar untuk kuat. Belajar bertahan. Tapi luka dalam hati tetap bernanah, diam-diam. Namun, hidupnya sekali lagi bergoncang bila Tok Ayah sakit tenat. Dalam hembusan nafas terakhirnya, Tok Ayah tinggalkan satu wasiat: > "Ambik balik anak kau. Jagalah dia sebelum Tuhan ambik semula." Terpaksa tunduk pada amanah arwah, mama dan papa membawa pulang semula Dhaura ke rumah asal. Tapi bukan sebagai anak - hanya sebagai hutang yang perlu dilunaskan. Dhaura kembali ke rumah penuh kenangan hitam. Tiada pelukan. Tiada maaf. Hanya pandangan tajam dan sindiran yang masih berbisa. Tapi di sebalik semua kebencian itu... tersimpan satu rahsia tentang hari kematian Dhairell. Kebenaran yang disembunyikan. Dosa yang dipindahkan ke bahu Dhaura. Dan penyesalan yang datang... mungkin sudah terlambat. --- SUARA DARI SEPARUH JIWA adalah kisah seorang gadis yang dihukum kerana hidup, dalam keluarga yang hanya belajar menghargai... apabila semuanya hampir hilang. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines