Hawa Idris

Hawa Idris

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 20, 2025
Aku ingin rumah. Rumah tanpa teriakan, bentakan, ataupun penghakiman. Sebuah rumah yang mau menerima kehadiranku, dan memberiku sebuah kenyamanan. Itulah keinginan seorang Idris Ridwanul Hakim. Seorang pria lajang sebatang kara yang menginginkan rumah keluarga cemara. Dulu rumah itu ada. Namun semuanya hancur sesaat setelah saudaranya pergi. Tak ada kasih sayang, yang tersisa hanya kebencian, hingga menyebabkan ia harus pergi dari rumah yang selama ini menaunginya. Bertahun-tahun dia menjalani kehidupan seorang diri. Kesuksesan memang didapatkannya. Sayang, hidupnya terasa kosong, hampa, dan sepi. Namun secerah harapan itu kembali. Pertemuan dengan sahabat masa kecilnya, Hawa Zahra, mampu membangkitkan semangatnya untuk membangun rumah impiannya. Akankan usahanya berhasil? Atau malah sebaliknya dan membuat hidupnya kian dirundung duka?
All Rights Reserved
#493
clbk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Dateline [END]
  • Be My Wife

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

More details
WpActionLinkContent Guidelines