PULANG YANG TAK LAGI SAMA [ON GOING]

PULANG YANG TAK LAGI SAMA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 3, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Coming of Age
Family Life
Romance
Hanindya kehilangan ibunya di usia 9 tahun-terlalu muda untuk memahami makna kehilangan, tapi cukup tua untuk mengingat rasa yang perlahan menghilang. Tumbuh besar bersama ayah dan kakak laki-lakinya, Hanin belajar menjadi kuat tanpa pelukan, tumbuh tanpa tuntunan, dan memahami tubuhnya tanpa bimbingan. Ia sempat berharap akan menemukan "rumah" kembali saat ayahnya menikah lagi. Tapi kehadiran ibu tiri dan adik tiri justru membuat Hanin merasa semakin asing di rumahnya sendiri. Dalam kesepian yang tak pernah benar-benar selesai, Hanin menemukan secercah kehangatan dari ibu sahabatnya-dan dari keputusan besar: meninggalkan rumah untuk membangun dirinya sendiri. Ini adalah kisah tentang kehilangan yang tumbuh diam-diam, luka yang tak terlihat, dan keberanian untuk menciptakan rumah dari puing-puing diri. START: 22 NOVEMBER 2025
All Rights Reserved
#258
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Wismatama
  • ELION
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • Transmigrasi  Ren
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • Sastru Pinanganten

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines