Aku berhasil menikahi wanita yang kucintai sejak SMP-Mikayla, gadis sederhana yang dulu hanya bisa kupandangi dari jauh, kini tidur di sisiku setiap malam.
Kupikir perjuanganku telah selesai.
Kupikir cinta akan selalu cukup.
Ternyata, pernikahan bukan akhir dari perjuangan. Ia justru awal dari medan perang yang sesungguhnya-antara ego dan pengorbanan, antara cinta dan kesetiaan.
Mikayla, perempuan yang dulu kukenal lembut dan penyabar, ternyata juga keras kepala, penuh amarah, dan ingin selalu benar. Tapi di balik semua itu, ia tetap jadi rumah paling hangat tempat aku pulang.
Hingga aku sendiri yang menghancurkannya.
Satu kebohongan berubah jadi dua.
Dua nama perempuan yang seharusnya tak pernah hadir dalam hidupku, kini menghantui setiap detik kebersamaan kami.
Dan Mikayla-perempuan yang dulu penuh cahaya-perlahan meredup.
Ia tak lagi marah, tak lagi berdebat, tak lagi tersenyum.
Hanya diam... tapi diamnya terasa lebih menyakitkan daripada teriakan mana pun di dunia ini.
Hingga suatu malam, aku mendengar isaknya dalam doa.
Suara lirih yang membuat dadaku retak dan membuatku sadar...
Aku tidak hanya mengkhianatinya. Aku juga menghancurkan bagian terbaik dari diriku sendiri.
Sekarang, aku hanya ingin satu hal-memeluknya, dan memohon satu kata yang mungkin sudah terlalu hancur untuk kembali:
"Maaf."
Tapi bisakah maaf benar-benar menyembuhkan sesuatu yang telah mati di antara kami?
Waktu pemilu semakin dekat, seorang politikus yang paling berpengaruh dalam negara membutuhkan banyak suara untuk mempertahankan jabatannya. Dirinya memutuskan untuk menandatangani perjanjian pernikahan dengan salah satu model yang sedang naik daun- Ajeng Putriayu Ratnasari- Pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta ini, hanya untuk kepentingan politik dan bisnis satu sama lain. Namun siapa sangka? Raden Ganendra Putrabimanyu- Politikus muda itu mempunyai insiden mengerikan dengan keluarga dari sang model. Dengan keluarga dari seseorang yang kini menjadi istrinya. Apakah pernikahan mereka akan bertahan lebih lama? Atau berakhir saat keduanya sudah merasa saling diuntungkan?
"Kenapa mendekat?"
"Minta hak saya sebagai suami, kenapa memangnya?"
"Sepertinya berhubungan tidak ada dalam kontrak kita, Tuan."
"Dalam perjanjian, kau harus melayani saya sebagai istri. Siapa bilang kita tidak boleh berhubungan badan? Buka pasal 3 ayat 5 dalam perjanjian kita."
Pasal itu lagi.
**
WARNING !!
• CERITA DEWASA
• SEBELUM MEMBACA JADILAH PEMBACA YANG BIJAK KARENA CERITA INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN KEKERASAN.
Start : 15 February 2025.