Story cover for HOME | Seungmin by laggoonx
HOME | Seungmin
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Oct 22
Mature
2 new parts
Di luar pagar besi yang berkarat, dunia nyaris tak lagi ingat bahwa rumah dua lantai di ujung jalan senja itu masih memiliki penghuni.



⚠️warning⚠️ 
- slow update
- double Seungmin
- Poliandri
- Seungmin x oc
- minor DNI
- cerita pasaran 
- Lil bit mature 18+
- warning akan bertambah seiring berjalannya cerita

start: 22 Oktober 2025 | 4:11 wib
finish: ...
All Rights Reserved
Sign up to add HOME | Seungmin to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ASIMETRIS [NOMIN] cover
S2: After Engagement  cover
Death Twice  cover
JEEVANA cover
Unwanted Fate  cover
Jenderal Tawanan Kaisar  cover
MENJADI SUGAR BABY cover
Second  cover
OMEGA EKSKLUSIF  cover
My Wife Is Boy [BL] cover

ASIMETRIS [NOMIN]

37 parts Ongoing

Kenal Galaksi? Si Pangeran Arsitektur yang digosipin seantero kampus. Si Casanova yang kalau senyum bikin pondasi hati runtuh. Orangnya kaku, presisi, dan logis. Pokoknya, "anak Teknik banget". Kenal Sena? Si anak DKV yang kalau nggak di studio, ya di kosan. Dunianya penuh cat, deadline, dan imajinasi liar. Orangnya bebas, ekspresif, dan kadang sedikit berantakan. "Anak FSRD banget". Dua manusia dari dua planet berbeda ini tidak saling kenal selama dua tahun, sampai sebuah paket nyasar memulai bencana. Sejak saat itu, hidup Sena yang penuh warna jadi makin "ramai". Tiba-tiba harus pusing mikirin maket Galaksi yang hancur, kanvasnya yang abstrak karena noda kopi, sampai harus ngadu ke Galaksi karena ban mobilnya dikempesin pas nekat parkir di teritori Teknik. Kenapa harus Galaksi? Entah, sepertinya wajah Galaksi memang paling pas untuk dikomplain. Kata orang, benci itu tanda cinta. Kalau untuk Galaksi dan Sena, benci itu tanda... sial. Tapi kalau kesialan itu terjadi terus-terusan, jangan-jangan memang sudah takdirnya.