Di dalam kelas yang ramai dengan suara pelajaran dan desahan napas siswa yang bosan, dua nama selalu jadi pusat pusaran. Bukan karena mereka pintar. Bukan karena mereka populer. Tapi karena setiap tatap mata mereka bisa memecah ketenangan jadi medan perang kecil yang terus diulang setiap hari. Gavin dan Arumi. Dua kutub yang saling tolak tapi terus bersinggungan. Tidak pernah ada hari tenang saat keduanya hadir di kelas. Keduanya selalu berbeda pendapat, berbeda cara pandang, dan berbeda dalam segala hal kecuali satu, keengganan untuk kalah. Mereka tidak pernah berjalan berdampingan. Tapi entah kenapa, semesta selalu mempertemukan mereka di garis konflik yang sama. Tanpa mereka sadari, debat yang dulu hanya soal ego, perlahan menyimpan emosi. Amarah berubah jadi perhatian yang disembunyikan. Sindiran menjadi bentuk peduli yang terselubung. Ini bukan kisah cinta yang sempurna. Tapi justru karena itu, ia terasa nyata. Selamat membaca. #2 aqeelaazacalista (9 September 2025) #4 alternative (9 September 2025) #1 loveschool (17 September 2025) #2 genz (14 Oktober 2025) #3 mohanaqeela (12 Desember 2025)
More details