Titik Terbakar

Titik Terbakar

  • WpView
    LECTURAS 45
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 27, 2025
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Aku pikir pekerjaan ini bakal mudah... jagain satu orang kaya, jalan di belakangnya, dan pulang dengan gaji besar. Tapi semua berubah, waktu aku bertemu Adrian Vale. Pria itu terlalu tenang untuk disebut manusia biasa. Tatapannya dingin, ucapannya tajam, dan setiap langkahnya seperti penuh perhitungan. Di balik jas rapi dan senyum tipisnya, dia menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap dari yang bisa kubayangkan. Aku cuma pengawal. Tapi entah sejak kapan, dia mulai memperlakukan aku seperti miliknya sendiri. Protektif. Posesif. Berbahaya. Dan anehnya... aku nggak tahu apakah aku ingin lari darinya, atau malah tetap di sisi pria yang bisa menghancurkan siapa pun, termasuk aku. Di kota yang penuh rahasia dan darah, cinta bukan sekadar perasaan. Kadang, cinta adalah api yang menyembuhkan... atau membakar kita hidup-hidup. Sebelum baca jangan lupa follow dulu🔥 Don't plagiat🔪 Selamat menikmati💥
Todos los derechos reservados
#434
protektif
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Heir of 24 Hours
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Ferrell Harland Natio
  • Just A Name
  • Stay with you? Really?
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • The Baby Of Valderic
  • Force to Marry the Devil

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido