'GILA', satu kata yang sangat mewakili Caturangga Adnan Gilandra. Atau remaja yang kerap dipanggil 'GILA'. Seorang remaja nakal yang terlalu dalam terjerumus kenakalan remaja. Karena, ini bukan lagi tentang pembuat onar, telat ke sekolah, Langganan BK, bolos sekolah, suka tauran, balap liar, mabuk-mabukan.Tapi, ini tentang Gila yang sudah terlalu rusak. Dunia mungkin sudah memandangnya jijik.
Gila, seorang remaja yang sudah kecanduan narkoba, menjadi pengedar narkoba sejak kelas 1 SMA. Mungkin bagi remaja nakal lain, Tauran adalah kenakalan paling hebat, tapi, bagi Gila itu gak ada apa-apanya dengan dirinya yang sudah membunuh teman sendiri bahkan terlibat dengan para mafia. Dan sekarang ia sudah berusia 23 tahu. Bukan remaja lagi.
Gila hidup dalam pelarian, dirinya yang selalu menjadi buronan dunia bawah membuat ia harus hidup berpindah-pindah. Menjadi tunawisma bukan hal baru lagi bagi Gila, kelaparan tak lagi asing, dipandang bak sampah dan hinaan setiap orang sudah menjadi makanan pokok untuk Gila.
Semua hal 'Sial' itu menjadi temannya.
Dunia terlalu gila untuk Gila.
Hingga suatu malam, saat Gila yang sedang lari dari kejaran mafia berusaha bersembunyi tiba-tiba ditangkap sekelompok orang berjas hitam yang memanggilnya 'Tuan muda' memintanya-lebih tepatnya menyeretnya pulang ke Mansion megah nan mewah. Mereka selalu mengatakan "Tuan besar sudah menunggu anda" dan menanyakan "kenapa 'tuan muda' kabur dari mansion kemarin", padahal Gila sudah mengklarifikasi bahwa dia bukan orang yang mereka sebut 'Tuan muda' itu. Tetapi klarifikasinya dianggap angin lewat. Gila berteriak frustasi pada mereka, otak Gila yang setengah rusak karena narkoba tidak bisa lagi memikirkan bagaimana cara membebaskan diri dari orang-orang ini.
"DASAR GILAAAAA, GUE BUKAN 'TUAN MUDA' KALIAN GILAAAA, hehehehe nama gue kan gilaa... dasar... otak gue udah setengah rusak hehehe..."
Dia 'gila', sesuai namanya Gila.
All Rights Reserved