.
"Pasti baju bekas kuning gitu," Brian mencubitnya.
"Lihat sepatu pakai tali," vino menunjuk sepatu."
Belinya kayak Kita - kita," Evan menunjuk barang mereka semua pada baru.
"Orang miskin mana bisa beli yang baru lah," celetuk Brian.
"Lahir dari orang tua kaya raya biar bisa hidup mewah," timpal vino dengan begitu sombongnya.
Sudah cukup Mereka semua menghina Rian, selama inikan selalu diam mendengar ucapan kesombongan keluar dari mulut mereka bertiga. Sekarang sudah terlalu menghina orang tua, setiap anak tidak dapat memiliki ke lahir di dunia dengan orang tuanya seperti apakah. Jadi hidup selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang telah kasih bukan menyombongkan diri.
"Bisa tidak usah bawah orang tua, aku bersyukur hidup dengan kesederhanaan bukan kayak kalian sibuk menyombongkan diri," ucap Rian tegas.
Brian tidak setuju mendengar perkataan Rian langsung mendorong tubuhnya, sampai membuat bocah berusia 7 tahun terjatuh. Tidak tinggal diam rian mendorong kembali, memacing keributan di kelas. Semua pada bersorak sampai kedengeran di luar, semakin memancing siswa lainnya untuk sekedar berdiri di depan pintu. Bu Siti kebetulan lewat bergegas masuk untuk melerai mereka berdua.
"Sudah cukup," teriak Bu Siti.
"Kamu Brian pasti mancing gara - gara ya," cengal Bu Siti kepada tangan Brian.
"Bukan aku Bu," Brian berupaya membelah dirinya.
Tetapi Bu Siti tidak percaya karena Brian adalah sudah di kenal oleh kalangan guru sebagai nakal sudah berkelahi.
"Kamu nakal, orang tua sombong lagi," Bu Siti membawa Brian keluar kelas di ikuti oleh kedua temannya.
Siswa yang lainnya masih berdiri di depan pintu, tangan Bu Siti mengipas untuk menyuruh semuanya Ke lapangan. Sebentar lagi upacara akan segera di mulai.
#jamuan8
#eventmenulislovrinz
#parademenulis30hari
#jamuanday1
All Rights Reserved