MYSTERY HUNTER

MYSTERY HUNTER

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung15m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 22, 2025
Hariz Miswan bukan lelaki biasa. Dilahirkan pada 25 Mei 1990 di Johor Bahru, dia mewarisi darah dua dunia - manusia dan bunian. Sejak kecil, Hariz dapat melihat makhluk ghaib, berinteraksi dengan entiti yang hidup di antara lapisan dunia. Anugerah itu menjadi beban dan rahmat yang membentuk seluruh kehidupannya. Dibesarkan oleh ibunya, Puan Zainab, dan dibimbing oleh Ustaz Harun Din, Hariz mendalami ilmu ruqyah, tafsir, dan pengusiran jin. Setelah menamatkan SPM, dia menubuhkan Mystery Hunter, sebuah agensi rawatan Islam dan penyiasatan paranormal di tengah bandar Johor Bahru. Selama 12 tahun, dia membantu masyarakat menghadapi gangguan makhluk halus - dengan berbekalkan ayat-ayat Al-Quran, bukan jampi serapah. Namun di sebalik semua itu, Hariz menyimpan rahsia besar: ayahnya, Tuan Zafran, ialah seorang putera bunian yang hilang sejak kelahirannya. Apabila mimpi dan bisikan dari alam ghaib mula mengganggunya kembali, Hariz menyedari dunia manusia dan dunia bunian sedang bergolak. Sesuatu - atau seseorang - sedang berusaha membuka pintu antara dua alam. Untuk menyelamatkan kedua-dua dunia, Hariz perlu berdepan dengan keturunan jin yang dahulunya pernah berperang dengan ayahnya sendiri - dan menguji sejauh mana iman dan darah keturunannya mampu menahan gelora kuasa dari dunia yang tak terlihat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • PELUANG: MotoGP Uzair Abedeen
  • C | Senja Terakhir Kita
  • Darah Dalam Diam
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Penjara Mati
  • [C]βœ“Mrs. Maiq Hakimi
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • KIM'S: HIS STELLA | C | βœ”οΈ

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan