You're not Alone, Katanya

You're not Alone, Katanya

  • WpView
    LECTURAS 137
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 35
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 26, 2025
'' Sini gue obatin lukanya '' '' gak perlu, gue bisa obatin sendiri '' Amora kavya Noelle " Seperti namanya Cinta yang terukir indah laksana puisi, lahir sebagai anugerah semesta, membawa harapan baru dan sinar yang menenangkan hati. Ia adalah sulung yang ditempa oleh tanggung jawab sejak dini 'tangguh di luar' namun menyimpan rapuh di dalam. Baginya, dunia adalah medan yang harus dihadapi sendirian; kepercayaan adalah kemewahan yang tak pernah ia izinkan tumbuh. Ia terbiasa berdiri tegak, seakan tak membutuhkan siapa pun, padahal dalam diam sering ia bergulat dengan sepi. Puisi adalah pelariannya, ruang tempat ia menumpahkan segala resah yang tak pernah terucap. Ia mencintai kata-kata, tapi menolak percaya pada cinta; baginya cinta hanyalah ilusi yang tak seindah bait-bait yang ia tulis. Ia hidup seperti sajak tanpa akhir-indah, kuat, namun penuh luka yang tersembunyi. Tapi semua terasa berbeda, sejak seseorang datang dikehidupannya- Ervino Zahir Adikara "Seorang laki-laki menjulang tinggi, setenang malam yang penuh rahasia. Pemilik intuisi yang tajam, dingin di mata banyak orang, tapi entah mengapa, pada satu wanita yang baru dikenalnya ia begitu ingin menjaga. Kata-katanya bukan sekadar suara-melainkan serpihan sastra yang menjebak hati dan jiwa." love, life, and live Ikuti terus kisahnya lihat visual mereka di : IG : @dailyay_id @yaykhoiriyah_
Todos los derechos reservados
#533
fallinlove
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido