HURT EACH OTHER: LUKA DI BALIK CINTA
Cinta itu tidak selalu adil, dan hati tidak selalu rasional.
Alana, mahasiswi kedokteran yang cerdas dan penuh ambisi, bisa memilih seseorang yang lebih aman, lebih mudah, lebih pasti. Tapi hatinya tetap terpaut pada Genta, mahasiswa teknik yang misterius, penuh rahasia.
Selama delapan bulan, mereka berjalan di garis tipis antara persahabatan dan cinta, menghadapi gosip, rahasia, dan jarak emosional yang menusuk. Alana mencintai dengan sepenuh hati, tulus, dan total, tapi Genta tetap abu-abu, menyisakan rasa penasaran pada masa lalunya dan perempuan lain yang entah masih menghantui pikirannya.
Di kalangan Gen Z, di mana cinta muda sering kali dibalut drama, hubungan mereka terasa menusuk hati, menantang dan mendebarkan. Ini adalah cerita tentang kepercayaan, patah hati, dan kesetiaan yang diuji oleh rasa ingin tahu dan rahasia yang tak pernah benar-benar hilang.
Apakah cinta yang tulus cukup untuk mempertahankan hubungan yang penuh luka, ataukah rasa penasaran dan masa lalu akan selalu menjadi bayangan yang mengintai?
Kristal hanya ingin hidup seperti remaja lainnya-bebas, tertawa, dan mencintai.
Tapi alergi dingin dan bayang-bayang masa lalu menjebaknya dalam dunia yang sempit.
Ibunya terlalu protektif. Mimpinya terlalu jauh. Hidupnya terlalu sunyi.
Lalu datang Elvaro. Cowok menyebalkan, penuh masalah, tapi punya satu hal yang tak bisa Kristal tolak: cahaya.
Terjebak dalam proyek podcast kampus, mereka terpaksa berbagi waktu, ruang, dan cerita. Lambat laun, Kristal menyadari... bahwa terkadang, matahari bisa menyinari bahkan dari balik awan luka.
Namun, saat hatinya mulai hangat, masa lalu pun ikut mendekat.
Elvaro menyimpan rahasia besar-yang bisa meruntuhkan semua yang Kristal bangun dengan susah payah.
Dan kini, di titik perpisahan dan pilihan...
Kristal harus belajar mencintai, bukan dengan rasa takut, tapi seperti matahari: hangat, tulus, dan tetap bersinar-meski segalanya belum pasti.