ketika cinta tak lagi pulang

ketika cinta tak lagi pulang

  • WpView
    LECTURES 36
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadTerminé lun., oct. 27, 2025
Pernahkah kamu mencintai seseorang begitu dalam, sampai lupa bahwa cinta juga bisa pergi tanpa alasan? Ini bukan sekadar kisah tentang perpisahan tapi tentang hati yang menunggu di ambang pintu, tentang doa yang tak pernah terkirim, dan tentang seseorang yang belajar bahwa tidak semua yang kita perjuangkan akan memilih untuk tinggal. "Ketika Cinta Tak Lagi Pulang" adalah rangkaian puisi naratif lima belas bab tentang mencintai, kehilangan, rindu, dan akhirnya, sembuh. Untuk kamu yang sedang berusaha ikhlas. Untuk cinta yang tak sempat jadi rumah. 💌 Karena tidak semua yang pergi, harus dilupakan.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Auto Save!
  • Trouble Maker
  • Halo, Kanael!
  • Target Si Supir
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • ELIAN ✓
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonist Hates Socializing [End]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu