Art step

Art step

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 8, 2026
Cloe tidak percaya pada cinta-setidaknya, bukan pada cinta yang menuntut kedekatan dan membuka luka lama. Ia terbiasa menjaga jarak, bersembunyi di balik ketenangan dan kendali diri. Hingga Tristan datang-dengan tawa ringan, sikap santai, dan tatapan yang entah bagaimana selalu bisa menembus pertahanannya. Bagi banyak orang, Tristan tampak seperti pria yang tidak pernah benar-benar serius. Tapi hanya ia yang tahu, setiap langkah mundur yang diambilnya adalah bentuk dari cinta yang paling tulus: cinta yang menahan diri agar tidak menakuti, cinta yang menjaga jarak agar yang dicintai merasa aman. Namun, seberapa lama seseorang bisa mencintai tanpa mendekat? Dan seberapa lama seseorang bisa berlari tanpa benar-benar ingin pergi? Sebuah kisah tentang dua jiwa yang sama-sama takut tersakiti-dan tentang bagaimana cinta terkadang berarti berani bertahan di jarak yang tak nyaman.
All Rights Reserved
#3
galang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Satu Tahun Saja
  • WEDDING VOWS
  • Beautiful Trouble
  • Kembang Desa
  • Almost Married (On Going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • I'm the male lead's wife?

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines