HM (Hasrat Menantu)

HM (Hasrat Menantu)

  • WpView
    LECTURES 501,374
  • WpVote
    Votes 1,158
  • WpPart
    Chapitres 22
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé dim., nov. 9, 2025
Sesuatu yang ada di antara Dinda dan Baskoro.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ibu Pengganti
  • ISTRIKU MENJADI BINTANG FILM DEWASA AMATIR (PUBLIC AGENT)
  • Bayangan Ipar di Puncak Kenikmatan
  • Kenikmatan Tiada Sesal
  • Benih Terlarang Sang Mertua
  • SELINGKUH DENGAN AYAH MERTUA
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Gelombang Gairah Pakde Mando dan Marni
  • Gairah Terlarang karena CeritaMu - Part 2
  • PERMAINAN KOTOR

CERITA DEWASA 21+, SAYA SUDAH PERINGATKAN. KEBIJAKSANAAN PEMBACA SANGAT DISARANKAN TOLONG JANGAN REPORT SAYA YA BIAR BISA TERUS UPDATE "Kami punya... satu permintaan, Ma. Mungkin... mungkin ini terdengar gila," Ramlan melanjutkan, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tapi kami sungguh-sungguh berharap, dan kami tidak tahu lagi harus meminta bantuan siapa." Uci mengangguk, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya. "Ma... kami... kami ingin Mama... menjadi ibu pengganti kami." Tubuh Ratna menegang. Ia merasa seperti tersambar petir di siang bolong. Ibu pengganti? Dia? Pada usianya yang hampir setengah abad? Jantungnya berdegup kencang, darah seolah berhenti mengalir. "Kami ingin Ma... meminjamkan rahim Mama untuk cucu kami, Ma. Kami ingin Mama mengandung anak kami." Mata Ratna membelalak. Pikirannya kalut. Ini bukan sekadar permintaan sederhana. Ini adalah permintaan yang melibatkan tubuhnya, rahimnya, yang telah lama tidak ia gunakan untuk tujuan itu. Ini adalah sebuah pelanggaran batas yang teramat besar. "Tapi... caranya?" tanya Ratna, otaknya masih belum bisa memproses secara logis. "Maksud kalian... aku... aku harus berhubungan dengan Ramlan, menantuku sendiri?" Pertanyaan itu melayang di udara, menciptakan keheningan yang memekakkan telinga.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu