We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kena---nga✓ (Telah Terbit)

Kena---nga✓ (Telah Terbit)

  • WpView
    Reads 98,241
  • WpVote
    Votes 5,641
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
(Naskah ini mengikuti event "30 HARI MENULIS" dari penerbit LovRinz, bertema rumah) Dulu aku percaya rumah adalah bangunan: pondasi, dinding, atap-hal-hal yang bisa disentuh dan diukur. Lalu hidup meruntuhkan semuanya satu per satu: Rumah pertamaku roboh karena gempa. Rumah keduaku hancur oleh perceraian kedua orang tua. Aku mulai bertanya, apakah rumah memang selalu mudah patah? Sampai aku bertemu Abyasa Satria Kusumawardana---pangeran keraton Mandalawangi yang kuanggap kebetulan menjadi ketua kelompok KKN Sendangsari---dan pelan-pelan belajar bahwa rumah bukan tempat. Rumah adalah janji. Janji untuk tinggal. Untuk bertahan. Untuk tumbuh bersama meski goyah. ~ • ~ #5 Mandalawangi Universe
All Rights Reserved
#444
pedesaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kena---nga: Mbalung Janur
  • Alsyazania: Perfect Destiny
  • Taylor Swift Song Lyrics
  • Asmaralelana(SELESAI)
  • Somewhere We Belong
  • DISERSI
  • Protagonis E'x Girlfriend
  • ALTEZZA [New Version]
  • Love Maze
  • One Track

Tisari mengira setelah menemukan rumah, yang tersisa hanyalah tinggal di dalamnya dengan tenang. Ternyata tidak sesederhana itu. Abyasa Satria Kusumawardana bukan hanya pangeran Keraton Mandalawangi. Dan dirinya---yang rumah pertamanya runtuh oleh gempa, rumah keduanya hancur oleh perceraian---kini berdiri di sisinya. Di tengah bisikan tajam kerabat yang meragukan, bayang-bayang segala hal, serta beban menjadi perempuan di posisi yang begitu tinggi, Tisari tahu satu hal: membentangkan daun, menegakkan fondasi, dan melanjutkan apa yang telah dimulai. Karena rumah bukan tentang diterima. Rumah adalah tentang membangun---bahkan saat badai datang lebih cepat dari yang dikira. "Di keraton, diam bisa berarti hormat. Atau bisa berarti kalah. Aku memilih yang pertama." ---Kenanga Luhtitisari Kusumawardana. #6 Mandalawangi Universe

More details
WpActionLinkContent Guidelines