Di dunia yang terlalu luas untuk seorang anak kecil, ia tumbuh tanpa genggaman, tanpa suara yang menuntun, tanpa bahu untuk bersandar.
Hidup tidak pernah memberi jalan, hanya gelap yang harus ia terobos sendiri.
Maka ia belajar merangkak
bukan karena lemah,
tetapi karena itulah satu-satunya cara untuk tetap bergerak.
Setiap luka, setiap kata yang menusuk, setiap malam yang tak bersahabat,
menjadi batu-batu yang harus ia lewati dengan tangan gemetar.
Tak ada yang tahu betapa sunyinya perjalanan itu,
betapa keras ia bertahan ketika dunia seolah menutup semua pintu.
Namun di antara retakan-retakan hatinya,
ada secuil cahaya yang tak pernah padam
cahaya kecil yang ia cari,
ia kejar,
dan ia jaga seorang diri.
Ini adalah kisah tentang anak yang tak pernah dipegang siapa pun,
tetapi tetap memilih berdiri pada akhirnya.
Kisah tentang kesunyian yang tidak memusnahkan,
hanya menempa.
Dan tentang cahaya
yang akhirnya ia temukan
bukan karena dia dibimbing...
melainkan karena dia bertahan.
All Rights Reserved