Bubur Beras Merah

Bubur Beras Merah

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 3, 2025
Ada saat di mana manusia berhenti hidup, tapi tubuhnya belum tahu cara untuk mati. Ia masih bernapas, makan, berjalan, menatap orang lain dengan mata kosong, seolah dunia ini bukanlah tempat untuknya, tapi juga satu-satunya tempat yang tersisa. Dree tahu perasaan itu terlalu familiar. Ia tidak ingin mati, tapi hidup pun bukan sesuatu yang benar-benar ia pilih. Seolah ia terjebak di antara dua jurang, satu penuh cahaya yang tak bisa ia percayai, dan satu lagi gelap yang memanggilnya dengan lembut. Kadang ia berpikir, mungkin hidup memang bukan untuk dimenangkan. Mungkin kehidupan hanyalah kesalahan yang terus dibiarkan berulang, dan manusia terlalu takut untuk menghentikannya. Segalanya terus bergerak, karena tak seorang pun berani diam. Ia pun begitu. Hari-harinya mengalir tanpa bentuk. Ia menatap langit-langit kamar kosnya sampai pikirannya membusuk. Ia makan bukan karena lapar, tapi karena tubuhnya menuntut fungsi. Ia kadang tertawa, hanya agar orang lain tak bertanya apa-apa. Di tengah kebusukan itu, Dree menemukan sesuatu yang kecil dan lembut... jejak hangat dari seseorang yang pernah bertahan hidup hanya dengan bubur beras merah. Dan entah kenapa, dari situlah ia tahu, tubuhnya belum diizinkan mati. Rasanya, seperti sesuatu yang paling jujur di dunia yang semuanya terasa palsu. Ia tak tahu apakah itu harapan, atau hanya bentuk lain dari rasa takut. Sejak hari itu, Dree terus hidup. Bukan karena alasan besar, bukan karena dunia menunggu, melainkan karena di antara semua kekacauan ini, ia ingin tahu mengapa bubur itu bisa terasa seperti alasan untuk bertahan, sebuah misteri kecil yang cukup untuk menahan jurang di dalam dirinya.
All Rights Reserved
#240
human
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • MOTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Dua Langit Berbeda
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines