Unplanned Vows

Unplanned Vows

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
ROMANCE STORY!!! 🦩🦩🦩 Aruna tidak pernah menyangka di sepanjang hidupnya selama dua puluh empat tahun ini akan berhadapan dengan seorang dosen yang pernah mengajarnya di kampus. Abimanyu Pramudya-lelaki dewasa berusia tiga puluh tahun lebih yang terkenal galak dan suka memberi nilai yang memperburuk kartu hasil studi mahasiswa. Keduanya dipertemukan melalui sebuah ikatan pernikahan yang tidak pernah mereka bayangkan selama hidup di dunia ini. Aruna dengan sifat impulsif dan manjanya. Abimanyu dengan sifat tegas, tidak terbantahkan, dan berwajah dingin. Namun, di balik wajah dinginnya, terdapat sebuah sifat yang membuat orang lain tidak pernah menyangkanya. Namun, ada saatnya rahasia masa lalu Abimanyu terbuka satu persatu, membuat Aruna dihadapkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih besar. Akankah pernikahan yang bukan diawali dengan cinta, biasakan cinta itu tumbuh? Atau justru runtuh di saat belum sempat berkembang? Copyright@2025 Matcha Alpukat Cover: pict by Pinterest edit by Canva Start: 25 Desember 2025 Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumbu Cinta
  • GROWING PAINS
  • Back to Back (TAMAT DI CABACA)
  • LOVE, AGAIN (END)
  • [Bunda]dari
  • Langkah pulih
  • Nararya
  • From Her Atychiphobia, To Aldebaran ✓
  • My Doctor  [END]
  • Baskara Swaradja: Soerakarta 1942 [ON GOING]

Lama-lama aku jadi risih dengan panggilan 'adek'. Meski panggilan itu terucap natural dan terdengar biasa saja setiap bang Hadi memanggilku. Masalahnya bukan pada bang Hadi, tetapi pada orang-orang yang menjadi salah paham. Kebanyakan mengira kami adalah saudara kandung alias 'abang adik'. Demi apa pun, itu sering kali terjadi. Mau diluruskan juga, aku tidak berani. Aku takut nada bicaraku terdengar keras dan dikira tak sopan saat berhadapan dengan teman bang Hadi. Padahal suaraku memang begini. Jadinya aku sering bungkam dan membiarkan saja ketika teman-teman bang Hadi mengira aku adiknya. Bang Hadi sendiri tak pernah aku lihat meluruskan kesalahpahaman ini. Menyebalkan memang! Awas saja kalau dia ketahuan mengumbar diri sebagai 'perjaka', eh maksudku sebagai pria lajang. Jika itu terjadi, tak akan aku biarkan dia masuk ke kamar kami selama sebulan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines