Unplanned Vows

Unplanned Vows

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
ROMANCE STORY!!! 🦩🦩🦩 Aruna tidak pernah menyangka di sepanjang hidupnya selama dua puluh empat tahun ini akan berhadapan dengan seorang dosen yang pernah mengajarnya di kampus. Abimanyu Pramudya-lelaki dewasa berusia tiga puluh tahun lebih yang terkenal galak dan suka memberi nilai yang memperburuk kartu hasil studi mahasiswa. Keduanya dipertemukan melalui sebuah ikatan pernikahan yang tidak pernah mereka bayangkan selama hidup di dunia ini. Aruna dengan sifat impulsif dan manjanya. Abimanyu dengan sifat tegas, tidak terbantahkan, dan berwajah dingin. Namun, di balik wajah dinginnya, terdapat sebuah sifat yang membuat orang lain tidak pernah menyangkanya. Namun, ada saatnya rahasia masa lalu Abimanyu terbuka satu persatu, membuat Aruna dihadapkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih besar. Akankah pernikahan yang bukan diawali dengan cinta, biasakan cinta itu tumbuh? Atau justru runtuh di saat belum sempat berkembang? Copyright@2025 Matcha Alpukat Cover: pict by Pinterest edit by Canva Start: 25 Desember 2025 Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nararya
  • GROWING PAINS
  • Panah Sang Arjuna [END]
  • The UNWANTED Marriage
  • Rujuk!
  • BABY GUMMY [E-BOOK]
  • Bebarengan
  • Gigi Bungsu
  • Binar Dewinta [SELESAI]
  • Four Year Miracle
Nararya

Clearesta Nararya Dawson tak menyangka, status fresh graduate dan pengangguran membuat hari-harinya terasa kosong sampai ia menemani mamanya kontrol ke rumah sakit. Di ruang tunggu onkologi, ia hanya berniat menunggu. Tapi semua berubah saat pintu terbuka, dan seorang dokter keluar dengan jas putih dan tatapan tajam penuh wibawa. dr. Kael Frederick Tjandranegara, Sp.B.Onk. Nama itu tertera jelas di dadanya dan sejak pandangan pertama itu, Clearesta tahu, hidupnya tak akan sesunyi kemarin. ----- "Aku hanya ingin menunggu. Duduk manis, temani Mama kontrol, lalu pulang. Aku bahkan tak berharap hari ini berbeda. Tapi saat dokter itu keluar dari ruangan, tenang, tajam, dan terlalu berwibawa untuk dunia seberantakan ini, dadaku seolah lupa cara bernapas. dr. Kael Frederick Tjandranegara, Sp.B.Onk. Nama itu tersemat di dadanya. Dan entah kenapa... rasanya akan menetap di kepalaku agak lama." " Aku hanya dokter. Dia hanya keluarga pasien. Harusnya biasa saja. Tapi hari ini, rasanya tidak." ----- Copyright 2025 @sereiiaaa_

More details
WpActionLinkContent Guidelines