Story cover for Winter Letters for June by Jichaeheon
Winter Letters for June
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 24
Sejak artikelnya viral dan disalahpahami, June Arum kehilangan kepercayaan satu kota.

Kesempatan terakhir datang dari editornya untuk menulis seri dengan judul utama

"Winter Letters - Rahasia Kota di Musim Dingin". 

Masalahnya, ia harus bekerja di kafe paling terkenal - milik Arga Wisesa, pria dingin yang tidak percaya pada wartawan.

Awalnya mereka hanya saling menghindar dan berdebat soal cara pandang terhadap "kebenaran". 

Tapi saat June menemukan surat tua bertanda A.W. di balik poster kafe itu, keduanya terseret ke masa lalu yang ternyata masih bernapas di kota kecil mereka.

Di antara uap kopi, rahasia keluarga, dan salju pertama musim itu, mereka belajar bahwa kebenaran dan cinta sama-sama butuh keberanian.

#Enemies-to-lovers
#Slow-burn romance
#Winter small-town setting

Dalam keheningan musim dingin, kadang cinta datang lewat surat yang tak pernah dikirim.
All Rights Reserved
Sign up to add Winter Letters for June to your library and receive updates
or
#899winter
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Baby Aira cover
TWINS cover
Be Your Girl cover
Selir Tuan Wiratmodjo cover
Undisclosed [END] cover
WEDDING VOWS cover
Living With My Ex cover
DAMIAN cover
LEBUR cover
OBSESSED cover

Baby Aira

41 parts Complete

FOLLOW DULU SEBELUM BACA 🥰 Di bawah langit malam yang sepi, seorang balita kecil menatap bulan dengan mata basah. Wajah putihnya tertutupi debu jalanan, mata jernihnya menatap cahaya rembulan. . "Aila nda minta di lahilkan..." bisiknya lirih. . "Aila ingin punya olang tua... tenapa hanya Aila yang nda punya olang tua..." ______ Hanya suara hati yang terdengar, tenggelam di antara dinginnya malam dan bintang yang bertaburan. . Ketika sebuah bintang jatuh melintasi langit, Aila menutup mata kecilnya rapat-rapat. . Mungkinkah harapannya terkabul-mendapatkan sebuah pelukan hangat dan sepasang orang tua yang bisa menyebut namanya? . Atau justru takdir kembali menguji balita kecil itu dengan kesepian yang lebih dalam?