Bunda, Kapan Menikah?

Bunda, Kapan Menikah?

  • WpView
    Прочтений 14
  • WpVote
    Голосов 2
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, окт. 24, 2025
Di SMA Plus Golden Madani, sosok "Bunda Iil" dikenal karena senyum teduh dan tutur lembutnya. Ia guru yang tak hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga kehidupan. Namun di balik ketenangannya, tersimpan luka lama yang membuatnya takut membuka hati. Bagi Jasmine Fazira, murid yang tumbuh dengan kekaguman pada Bunda Iil, sosok itu lebih dari sekadar guru-ia adalah pelita. Seseorang yang menunjukkan bahwa sabar bukan berarti diam, dan bahwa menunggu bisa menjadi ibadah paling indah. Tahun demi tahun berlalu. Ketika mereka kembali dipertemukan dalam waktu yang berbeda, Jasmine menyaksikan bagaimana takdir Allah bekerja perlahan tapi pasti. Bunda Iil yang dulu penuh luka, kini menemukan cinta di usia yang tak muda lagi. "Bunda, Kapan Menikah?" bukan sekadar kisah cinta yang tertunda. Ini adalah perjalanan spiritual tentang perempuan yang belajar berdamai dengan masa lalu, tentang murid yang menemukan makna iman di mata gurunya, dan tentang waktu-yang selalu punya cara indah untuk menjawab setiap doa. Sebuah kisah yang lembut, jujur, dan menyentuh... tentang menunggu, memantaskan diri, dan menemukan takdir di saat hati sudah benar-benar siap.
Все права сохранены
#380
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту