Bunda, Kapan Menikah?

Bunda, Kapan Menikah?

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 24, 2025
Di SMA Plus Golden Madani, sosok "Bunda Iil" dikenal karena senyum teduh dan tutur lembutnya. Ia guru yang tak hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga kehidupan. Namun di balik ketenangannya, tersimpan luka lama yang membuatnya takut membuka hati. Bagi Jasmine Fazira, murid yang tumbuh dengan kekaguman pada Bunda Iil, sosok itu lebih dari sekadar guru-ia adalah pelita. Seseorang yang menunjukkan bahwa sabar bukan berarti diam, dan bahwa menunggu bisa menjadi ibadah paling indah. Tahun demi tahun berlalu. Ketika mereka kembali dipertemukan dalam waktu yang berbeda, Jasmine menyaksikan bagaimana takdir Allah bekerja perlahan tapi pasti. Bunda Iil yang dulu penuh luka, kini menemukan cinta di usia yang tak muda lagi. "Bunda, Kapan Menikah?" bukan sekadar kisah cinta yang tertunda. Ini adalah perjalanan spiritual tentang perempuan yang belajar berdamai dengan masa lalu, tentang murid yang menemukan makna iman di mata gurunya, dan tentang waktu-yang selalu punya cara indah untuk menjawab setiap doa. Sebuah kisah yang lembut, jujur, dan menyentuh... tentang menunggu, memantaskan diri, dan menemukan takdir di saat hati sudah benar-benar siap.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido