before you said i'do

before you said i'do

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
"Cinta bisa hilang, tapi luka keluarga akan terus tumbuh bersama waktu." Zavian Alfarez dan adiknya, Zaylee, tumbuh di rumah kecil di Surabaya yang awalnya dipenuhi tawa. Ayah mereka, Letnan Ardan Alfarez, seorang TNI yang teguh, berjuang di medan tugas dan dalam rumah tangganya sendiri. Ibu mereka, Dianara, seorang wanita cantik yang tak lagi mengenal kata "keluarga". Ketika perselingkuhan terungkap, segalanya runtuh. Sebuah keputusan pengadilan kemudian memisahkan dua anak itu Zaylee jatuh ke pelukan sang ayah, Zavian dibawa pergi oleh sang ibu yang tak lagi punya kasih. Sejak hari itu, dunia mereka berubah. Yang satu tumbuh dalam kasih tanpa ibu, Yang satu tumbuh dalam rumah tanpa cinta. Dan di antara jarak, waktu, dan luka masa kecil, dua saudara itu akan belajar bahwa darah yang sama tidak selalu berarti nasib yang sama. "Abang jangan pergi..." "Aku janji, Lee. Aku bakal balik. Apa pun yang terjadi."
All Rights Reserved
#26
ceritapopuler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • GUMI [Completed]
  • Heyu : Second Gear
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • El and Jerganio (End)
  • Skyline Marriage
  • Kamu Hanya Milikku

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines