Tabrakan Rahasia [On Going]

Tabrakan Rahasia [On Going]

  • WpView
    LECTURES 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., oct. 24, 2025
Sore itu, satu bola basket meleset dan menghantam kepala Arunika Sarasvati. Ia tak pingsan-malah menatap Kael Adrian Hartono dengan dingin, seolah tahu lebih dari yang seharusnya. Rahasia masa lalu, catatan misterius, dan koneksi mereka di panti asuhan perlahan terkuak. Setiap langkah membuka pertanyaan baru: Siapa Arunika sebenarnya? Apa yang ia sembunyikan dari Kael, dan seberapa jauh rahasia itu akan membahayakan mereka? Di lapangan basket, permainan bukan hanya soal poin-tapi juga intrik, pengamatan, dan teka-teki yang harus dipecahkan.
Tous Droits Réservés
#19
intrigue
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bound to Him
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • Shadow in the Lab
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia
  • My Perfect Model ( Republish )
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu