SHATTERED in PIECES [END]

SHATTERED in PIECES [END]

  • WpView
    Membaca 3,327
  • WpVote
    Vote 2,271
  • WpPart
    Bab 58
WpMetadataReadLengkap Sab, Jun 20, 2026
⚠️ MENGANDUNG KEKERASAN, KATA KATA KASAR, DAN UMPATAN !!. ⚠️ BIJAKLAH DALAM MEMBACA !!. KALUNA SHYAFEERA ARNEYVA nama yang sangat indah, tapi tidak seindah jalan kehidupannya. Hidup Kaluna penuh luka, dari keluarga yang mengucilkan, hingga akhirnya mengusirnya. Sebuah pertemuan tak terduga perlahan membuka jalan menuju kebenaran di balik peristiwa yang tak pernah terjadi. Peristiwa yang menyeret namanya menjadi korban fitnah besar. Namun, semakin Luna mencari jawaban, semakin dalam ia terperangkap dalam permainan orang berkuasa yang berusaha menutupi aib keluarga. Mampukah Luna bertahan dan membuktikan siapa sebenarnya korban dari semua ini?. Selamat Membaca Guys👋🏻 Start writing : 21 Oktober 2024. Start Publish : 22 Februari 2026. End : 11 Juni 2026. story by zahraakilas.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
butik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan