impian di ujung lapangan

impian di ujung lapangan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 25, 2025
Arya, seorang bocah 10 tahun, memiliki ambisi membara untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Di hatinya, ia adalah calon bintang Persija. Dukungan penuh Ayahnya membuka jalan baginya untuk mendaftar di SSB, tempat ia segera bersinar dengan dribbling dan passing yang memukau. Namun, kebahagiaan itu hancur ketika Ayahnya mengalami kecelakaan kerja parah. Dihadapkan pada realitas pahit dan kondisi finansial keluarga, Arya harus membuat keputusan tersulit: mengubur sementara jersey kebanggaannya dan mengganti bola dengan kotak dagangan risol dan getuk. Mampukah Arya menyeimbangkan tanggung jawab merawat keluarga dengan ambisi besarnya? Atau akankah impian lapangan hijaunya selamanya hanya menjadi kenangan pahit yang terukir di balik air mata rindu? Ini adalah kisah tentang pengorbanan, tekad ganda, dan janji seorang anak untuk kembali pada gairah terbesarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines