The Heir's Perfect Engagement

The Heir's Perfect Engagement

  • WpView
    LECTURAS 273
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 26, 2025
Lee Bona, namanya semanis penampilannya. Pewaris Jayeon Group, yang membawahi rantai resor mewah dan properti elit. Secara visual, ia adalah definisi kecantikan yang memesona; rambut panjangnya selalu berkilau, matanya hidup dengan kenakalan, dan senyumnya selalu memancarkan kehangatan seorang putri manja yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Fokus utama Bona setelah lulus kuliah hanyalah satu: bersenang-senang. Namun, ada satu prioritas yang ia simpan rapi di dalam hati-sosok pria dingin yang telah bertahun-tahun menjadi tunangannya. Kim Mingyu. Tiga kata yang mendefinisikan kesempurnaan di mata masyarakat Korea Selatan. Pewaris tunggal Myeongseong Group, konglomerat raksasa di bidang teknologi dan investasi. Wajahnya adalah pahatan dewa: tampan, tajam, dan mampu membekukan pandangan.
Todos los derechos reservados
#965
konglomerat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido