29 bab Lengkap Dewasa"Oh.. hai phi Fuaiz. Aku nggak tahu kalau phi yang mengetuk jendela mobil kami. Kupikir itu tadi polisi yang memergoki kami. Ah.. khotona.. aku belum sempat mengancingkan bajuku. Habisnya khun Up terlalu ganas sih nyiumnya. Aku sampai nggak sempat rapihin bajuku"
Gaya bicara Poom sengaja ia ubah untuk mengejek Fuaiz. Terkesan manis, tapi sebenarnya menghina Fuaiz secara tidak langsung.
"Apa-apaan kamu Poom? Sudah ku bilang jangan goda calon suamiku! Phi Up itu calon suamiku!" teriak Fuaiz dari luar mobil dengan nada kesal.
Poom justru dengan sengaja bersandar di dada Up untuk memancing emosi Fuaiz lebih jauh lagi.
"Baru calon suami kan? Tapi aku ini cintanya phi Up. Buktinya dia tidak mau melepasku meski sudah punya kamu. Iya kan sayang?"
Up agak sedikit menegang saat dipanggil dengan sebutan sayang oleh Poom. Namun Up dengan cepat mengangguk.
"Tentu saja sayang, aku tidak akan pernah melepaskanmu" ucap Up tersenyum manis pada Poom.
Poom kembali menatap Fuaiz. Kali ini terang-terangan menatap remeh ke arah Fuaiz.
"Phi.. phi Fuaiz harusnya belajar untuk terbiasa, karena di masa depan nanti, phi Fuaiz akan sering melihat kami bermesraan. Soalnya phi Fuaiz kan memaksa ingin menikah dengan phi Up. Jadi walaupun phi Up terpaksa menikah dengan phi Fuaiz, nantinya tetap aku yang akan phi Up cinta, phi Up sentuh, dan phi Up tiduri. Jadi phi Fuai harus belajar terbiasa melihat ini"
Poom mengatakan itu sambil mengecup singkat bibir Up. Fuaiz melihat sendiri tidak ada penolakan dari Up.
________