REVENGE GAME

REVENGE GAME

  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Feb 16, 2026
PROLOG: "dorr", suara tembakan terdengar dan pelatuk melubangi pria di depannya cristhal tanpa sehelai busana. cristhal menunjukkan seringai puas nya. " sampai kapan kau akan seperti ini, cristhal " suara lelaki berdiri menyilang kan tangannya sembari melihat cristhal melobangi kepala pria di depan nya. "sampai aku mendapatkan identitas palsu ku dan menjadi gadis polos seperti dulu". " tapi apa rencana mu ini tidak kah berbahaya bagi diri mu sendiri " "tidak paman, sudah ku pastikan rencana ku akan berhasil". "pria b4jingan itu hanya mengenali diriku yang polos dan lemah, jadi aku hanya membutuhkan identitas itu pria itu mudah di manipulasi aku ingin bermain sebentar dengan nya". lanjut cristhal. " aku juga hanya akan mengorbankan diri ku demi balas dendam keluarga ku serta permata pemberian ibu ku, dia- dia merebut semua yang aku punya hanya karna obses dia- dia juga yang membuat ku seperti ini". "setelah ini bawa anak buahnya, lalu lanjut kan saja apa yang aku ingin kan". " tunggu sampai berita bahwa dia mati ditangan ku ma, pa". cristhal tersenyum melihat ke arah luar jendela. "adik dan mama papa pasti bahagia disana setelah aku membalas kan dendam mereka dan mengambil kembali permata merah ku". BERSAMBUNG⬤⬤⬤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GEMA (Ending) Proses Revisi.
  • Dark Wolf
  • He's ... Crazy
  • Soulmate: My Bad Girl Luna
  • ALPHA'S OBSESSION
  • The Ruler Obsession [END]
  • Luk'Evelyn
  • Kakak Tiriku Villain
  • The Ruler Obsession 2 [Off the Grid] [END]
  • Casino of Sins

Merasa situasi sudah aman, dengan perasaan yang masih sedikit waswas, tangan Lili perlahan terulur memutar kunci. Ceklek. Dari luar sana, telinga tajam Gema menangkap jelas bunyi logam tersebut. Sudut bibirnya berkedut samar. Pintu perlahan terbuka. Namun, bukannya kamar yang kosong, napas Lili justru seketika tercekat di tenggorokan. Wajah gadis itu berubah pias, memucat seketika saat melihat sosok Gema yang tinggi menjulang ternyata masih berdiri tepat di depannya. Matanya menatap lurus ke arah Lili dengan sorot gelap yang sulit diartikan. "Ge-Gema," cicit Lili, suaranya tercekat. *** 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines