Rose in Flame [End]

Rose in Flame [End]

  • WpView
    Reads 63,096
  • WpVote
    Votes 2,945
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Khalid Amarmura, dalam salah satu perjalanan bisnisnya ke Barat, secara tak sengaja bertemu dengan Maira Maheswara. Kecantikan Maira yang eksotis, perpaduan sempurna antara kelembutan dan kekuatan khas wanita India, seketika menarik perhatian Khalid. Namun, yang paling mengganggu dan menarik Khalid adalah penolakan Maira terhadap pesona dan kekuasaan Khalid yang biasa ia dapatkan. ​Pertemuan awal mereka dipenuhi ketegangan. Khalid yang terbiasa mendapatkan apa pun yang dia inginkan, menjadi terobsesi pada Maira. Obsesi ini bukan hanya karena kecantikannya, melainkan karena ia melihat Maira sebagai satu-satunya "harta" yang tidak bisa ia taklukkan dengan uang atau nama besar. ​Khalid pun memulai "perburuannya" dengan cara-cara yang arogan dan memaksa. Ia menggunakan kekuasaannya untuk memantau, bahkan berusaha mengendalikan, kehidupan profesional dan pribadi Maira. Mulai dari menawarinya kontrak kerja yang fantastis dengan motif tersembunyi, hingga menciptakan situasi di mana Maira "terpaksa" bergantung padanya. ​Maira, di sisi lain, sangat menolak upaya dominasi Khalid. Ia melihat Khalid sebagai simbol dari segala hal yang ia hindari: kekayaan tanpa hati, keangkuhan yang merusak, dan budaya patriarki yang ingin mengendalikan. Ia berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan dan integritasnya.
All Rights Reserved
#567
oldmoney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines