EDEN HALL
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
EDEN HALL BOARDING INSTITUTIONAL "Di Eden Hall, kesempurnaan adalah aturan. Dan kewarasan hanyalah efek samping." Eden Hall dikenal sebagai sekolah asrama paling bergengsi di negeri itu - tempat anak-anak jenius dibentuk menjadi pemimpin masa depan. Tapi bagi Greysia Vale, Eden bukanlah tempat untuk belajar. Ia dikirim ke sana sebagai hukuman. Namun di balik tawa murid-muridnya yang sempurna, Grey mulai merasakan sesuatu yang salah. Lorong-lorong terlalu sepi, guru-guru terlalu ramah, dan malam-malam di asrama terasa terlalu... diawasi. Murid-murid Eden Hall hidup dalam pola yang aneh - circle-circle yang saling menutupi rahasia, obsesi, dan delusi. Dan di balik semua itu, tersembunyi eksperimen yang bahkan tidak seharusnya dilakukan pada manusia. Mereka menyebutnya sekolah. Tapi Eden Hall bukan tempat untuk tumbuh. Itu tempat di mana kewarasan dibentuk... dan dikorbankan. #Edenhall
All Rights Reserved
#26
eksperimen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Etiology of Dissociation || Jayhoon
  • Murid Sialan
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer
  • Male lead Antagonist
  • Detektif Kriminal Negara Tahun 1990 (Part 1)
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Tinggalkan Aku Sendiri, Kakak-kakak! [BL]
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines