Dear, Boss.

Dear, Boss.

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
Teressa Dyanna, sekretaris berusia 27 tahun yang dikenal tegas dan profesional, bekerja di bawah Damian Harris Adishakara-Vice President Adishakara Group yang berusia 30 tahun, sosok ramah, tengil, dan karismatik yang kerap menggoda Sasha dan asistennya, Harsa. Hubungan kerja mereka berjalan normal hingga malam perayaan ulang tahun perusahaan, ketika di bawah pengaruh alkohol, batas profesional antara Sasha dan Damian kabur dan membuat keduanya tanpa sengaja terjerat dalam situasi yang mengubah segalanya. Sejak malam itu, hubungan mereka tak lagi sekadar antara atasan dan bawahan, melainkan sebuah kisah yang dipenuhi rasa canggung, penyesalan, dan perasaan yang perlahan tumbuh di antara mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines