Sandaran anak pertama (SUDAH TERBIT)

Sandaran anak pertama (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 11, 2025
Kadang anak pertama itu selalu menjadi sandaran untuk semua orang. Tetapi ia tidak tahu akan bersandar kesiapa . karna semua orang bersandar padaku. Jadi anak pertama itu berat. Pundaknya terlalu berat semua masalah ia selesaikan sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Anak pertama itu selalu menjadi harapan untuk bagi kedua orang tuanya dan menjadi contoh untuk adik adiknya. Tetapi tidak ada yang mengajarkan perihal semua itu. Dan jadi anak pertama itu tau akan ekonomi keluarganya,masalah keluarganya. Jadi anak pertama itu harus tegas dalam segala hal, anak pertama itu banyak sekali yang harus di fikirkan entah masa depan keluarganya ataupun masa depan dia sendiri. Jadi anak pertama itu tidak banyak yang lihat akan keadaanya, karna anak pertama biasanya terkenal dengan sifat yang tegas,keras kepala,dan kuat, tetapi sebenarnya anak pertama itu tidak selalu seperti itu,mereka hanya tidak mau orang lain tau dengan keadaan lemah kita, kita hanya mau memperlihatkan sifat ceria,kuat, egois, keras kepala.
All Rights Reserved
#27
eventmenulislovrinz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines