Ravesa

Ravesa

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Oct 28, 2025
prolognya ya gayss ini: silahkan di baca dan di amati ya gays happy reading : Di kota Schots, Jerman, yang indah dengan arsitektur kuno dan kehidupan malam yang semarak, terdapat sebuah sekolah megah bernama SMA Visana Bakti. Sekolah ini dikenal karena fasilitasnya yang canggih dan siswanya yang berprestasi. Di antara kerumunan siswa yang sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler dan pelajaran, terdapat seorang siswi baru yang menarik perhatian banyak orang. Namanya adalah Ravena Disaya Raysian, seorang gadis cantik dengan senyum yang manis dan kecerdasan yang luar biasa. Ravena baru saja pindah ke Schots dari Indonesia dan langsung diterima di SMA Visana Bakti karena prestasinya yang gemilang. Dia dikenal sebagai siswa yang baik hati dan pintar di kelasnya. Namun, tidak semua orang senang dengan kedatangan Ravena. Ada seorang siswa yang tampaknya tidak suka dengan kehadiran Ravena, yaitu Axel Rayyan Gevandra, siswa tampan dan populer di sekolah yang memiliki rahasia tersembunyi di balik senyumannya yang dingin. Apa yang akan terjadi ketika Ravena dan Axel bertemu di SMA Visana Bakti? Apakah mereka akan menjadi musuh, atau mungkin sesuatu yang lebih? Dengan latar belakang kota Schots yang indah dan sekolah yang megah, cerita "Bunga yang Cantik dan Baru" akan membawa kamu pada petualangan yang penuh dengan komedi, romantis, dan misteri psikis yang menarik.
(CC) Attribution-ShareAlike
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mission imposible?; noren code
  • COOL(SALDIK)
  • TIMELINE ✓
  • SANGGAR GSKY🐎
  • CHICAGO
  • kehidupan christy
  • mami erine? (larine)
  • Manja
  • Figuran Girl [END]
  • SUDDEN MOTHER

Jeno membaca nama yang tertulis di layar tablet, lalu mendengus. "Renjun? Lo serius?" "Dia bukan anggota tetap," balas Jeno tajam. "Dan gue nggak percaya sama dia." "Dia satu-satunya yang bisa bikin misi ini berhasil," kata Jaemin, tetap tenang. Haechan, yang baru saja masuk ke ruangan dengan sekantong keripik di tangan, langsung tertawa. "Gue setuju sama Jaemin. Lagipula, Renjun itu jenius. Dia bakal bikin misi ini lebih menarik." Jeno menatap Jaemin, lalu menghela napas panjang. "Kalau dia bikin satu kesalahan, itu tanggung jawab lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines