So Let's Love

So Let's Love

  • WpView
    Reads 2,012
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Milly diam-diam menyukai Baskara, sahabat kakaknya-Satya, sejak setahun lalu. Selama itu pula, ia hanya bisa mengagumi dari jauh, menyembunyikan perasaannya di balik senyum dan sapa yang biasa. Hingga suatu hari semesta perlahan membawa mereka lebih dekat, Milly mulai berharap ... apakah perasaannya bisa berbalas dan tak bertepuk sebelah tangan lagi? • Selama ini Baskara tak pernah benar-benar memperhatikan Milly. Baginya, perempuan itu hanya adik Satya yang kadang ia lihat ketika berkunjung ke apartemen sahabatnya itu. Sampai suatu hari ia mulai bertanya-tanya, sejak kapan Milly begitu sulit untuk diabaikan? ••• Ketika perasaan mulai menuntut lebih dari sekadar diam, satu pilihan kecil bisa mengubah segalanya. Karena terkadang, jatuh cinta bukan soal berani atau tidak-melainkan tentang seberapa besar risiko yang siap kita terima. Lalu, apakah mereka cukup siap menanggungnya?
All Rights Reserved
#203
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Paling Dingin
  • Stranger In My Eyes | RE-PUBLISHED
  • Sepercik Rasa Dari Tuan
  • LUNCH BREAK!
  • Memeluk Sagara
  • Unchosen
  • Professor Scandal
  • UNWANTED MARRIAGE [Kim Mingyu]
  • Probation Of Love ✓ (COMPLETED)
  • [COMPLETED] SENJA untuk BADAI

[COMPLETED] Warna Cantika, kurator Galeri Seni Wardhana yang selalu gagal dalam urusan percintaan, diduakan atau menjadi pilihan kedua. Saat ia hanya ingin melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya tanpa ingin lagi mengurus perihal cinta, Warna justru dipertemukan dengan Alris Djuanda dan perlahan mulai jatuh padanya. Yang kali ini, apakah akan berhasil? - "Kau tahu, Warna, para pria memang datang untuk memberikan sesuatu diantara dua hal ini, trauma atau cinta. dan para perempuan juga hanya punya dua pilihan ketika sesuatu itu terjadi padanya, memilih menetap atau tinggal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines