Cuma Radan (SELESAI)

Cuma Radan (SELESAI)

  • WpView
    Reads 310,360
  • WpVote
    Votes 26,631
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Thu, May 7, 2026
Radan tumbuh dalam kemalangan yang seolah sudah digariskan sejak ia menghirup napas pertama. Lahir tanpa ikatan pernikahan dan dibesarkan dalam kemiskinan yang mencekik, ia belajar membenci segala hal dalam hidupnya, termasuk ibu yang melahirkannya. Baginya, kata-kata bahwa 'orang baik mati lebih dulu' hanyalah omong kosong, karena ibunya yang ia anggap jahatpun mati di usia muda, meninggalkannya sendirian di kerasnya dunia. Kematian itu memaksa Radan menjadi bayangan di jalanan. Ia bertahan hidup dengan mengandalkan kecepatan tangan yang nyaris tak kasat mata dan kelincahan kaki untuk melesat hilang di kerumunan dalam sekejap. Di balik keahliannya sebagai pencopet ulung, Radan hanyalah remaja yang dipaksa dewasa oleh rasa lapar dan kebencian, ia berlari dari satu gang ke gang lain untuk mencari tempat yang tidak benar-benar menerimanya. Banyak kata-kata kasar, dan adegan yang bisa membuat teman-teman tidak nyaman. Untuk itu aku minta kesadaran diri teman-teman untuk menyeleksi apa yang ada di dalam cerita ini. Mari jadi pembaca yang bijak ya. Terima kasih.
All Rights Reserved
#198
family
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Djanaka's Bitter Life
  • Setelah Mama Menikah
  • GEMALIEL
  • The Real Heirs
  • Ikan di Saku??(END)
  • My Chef, My Dad ✓
  • 🐣𝑳𝒖𝒄𝒆 𝑵𝒐𝒔𝒕𝒓𝒂🐥  || Hoon Hoon
  • MENCARI RUMAH JEVIAN  [Completed]
  • Biwara [END]
  • Baby Bey

Djanaka lahir di tengah keluarga yang namanya diagungkan di kota. Nama yang sebagai jaminan kehormatan, namun bagi Naka, nama itu hanyalah beban yang tak punya tempat bersandar. Di rumah megah itu, kasih sayang ternyata memiliki standar yang kejam. Karena ia dianggap "berbeda"-mungkin karena fisik, mungkin karena pembawaannya-ia menjadi orang asing di bawah atap yang sama. Di saat saudara-saudaranya yang lain dipeluk dengan hangat, Naka justru diasingkan dalam keramaian. Pada usia empat tahun, saat anak-anak sebayanya baru belajar mengeja warna, Naka sudah dipaksa fasih mengeja kerasnya kehidupan. la adalah ironi yang berjalan. Ayahnya adalah orang berada, namun Naka adalah jiwa yang terlantar. Naka itu beda, jika kakak-kakaknya memanggil orang tua mereka dengan sebutan daddy dan mommy jika naka lebih suka memanggilnya dengan ayah bunda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines