Svara Kasmala: NYANYIAN RINDU AKSARA || On-Going
---FOLLOW DULU SEBELUM BACA✅
ANTI PLGIAT DAN ANTI MEMPLAGIAT‼️‼️
LO PLAGIAT GUE SANTET🆙❌
---Cover by pinterest.
꒷꒦︶꒷꒦︶ ๋ ࣭ ⭑꒷꒦꒷꒦︶꒷꒦︶ ๋ ࣭ ⭑꒷꒦꒷꒦︶꒷꒦︶ ๋ ࣭
Nayyanka---gadis yang dulu terkurung dalam kegelapan, matanya hanya mengenal bayang-bayang, tapi jiwanya menyimpan penuh sebuah kata rindu-menerima hadiah cahaya: sepasang mata dari sahabat kecilnya, kemudian sahabat kecil nya pergi tanpa pamit, meninggalkan jejak tak terhapus. Kenangan itu membisikkan mantra pelahan, sesuatu yang tak bisa ia lepaskan.
Hari itu, di Bandung yang sejuk, Nayyanka dan Caleeira-sahabatnya-melangkahkan kakinya secara perlahan menembus kabut di pemakaman Ciliwung, mengantar rindu ke liang tanah Ayah Caleeira, yang tujuh hari lalu pergi tanpa suara. Nayyanka menggantungkan langkah pada Caleeira, rasa takut kehilangan tetap terbayang-bayang. Saat singgah di toko bunga tua di pinggir jalan, mereka tanpa sengaja melihat seorang laki-laki, tunanetra, duduk sendirian. Kue-kue kecil di depannya seperti persembahan tak berpenghuni, nada suaranya lembut, bercampur dengan desahan angin. Ada nada duka dalam tatapannya, kesepian yang tak terucap, Nayyanka merasa harsa tersentuh, ada kenangan samar yang mulai bergetar-entah apa, entah siapa. Caleeira merapatkan langkah, mata tajamnya menatap laki-laki itu.
Tapi----rahasia yang terkuak, kehilangan yang datang bertubi-tubi---mengguncang hidup mereka perlahan. Ada seorang Ibu yang pergi tanpa kata pamit, meninggalkan luka tak sembuh nyaris tak pernah sembuh; ada keluarga yang tercerai, hancur dalam hening, meninggalkan bayang-bayang yang tak hilang. Dalam sunyi, Nayyanka, Caleeira, dan laki-laki itu mulai merajut nyanyian aksara: langkah pelan, rindu membiru, cinta jadi embun abadi, di antara duka dan cahaya yang tak pasti. Bandung yang sejuk tetap berdenyut, tak tahu benang takdir yang mulai mengikat.
start : 15 Februari 2026
finish : ??