Tuhan, Aku Lelah ( Selesai)

Tuhan, Aku Lelah ( Selesai)

  • WpView
    LETTURE 201
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 25
WpMetadataReadCompleta gio, feb 26, 2026
Jangan lupa vote dan comment, Kak Berkali-kali Zena ini mengatakan 'capek!' namun siapa yang dengar? ketika dia sedang melakukan kesalahan, namun suaminya dengan lantang berteriak mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya ia keluarkan "Melawan? memberontak lagi? kamu pikir kata-katamu bagus, layak dikeluarkan untuk suamimu? aku suamimu, kamu harus nurut bukannya memberontak kemudian balik menyalahkan ku," ucap laki-laki yang sudah 10 tahun menjalin rumah tangga dengan wanita karier itu, yang kemudian dia paksa berhenti karena tuntutan bahwa seorang istri seharusnya berdiam diri di rumah mengurus semua keperluan suami. padahal ini terjadi karena dia semakin terang-terangan menyebut kelemahan istrinya, dia pikir setelah kejadian itu, laki-laki yang dia panggil suami itu bisa berubah menjadi lebih baik namun... mau tau kelanjutannya happy reading
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Your Auntie
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Trouble Maker
  • Target Si Supir
  • Auto Save!
  • Transmigrasi Menjadi Mama Tiga Alpha
  • After the Fall

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti