Topeng Manis Sang Pembunuh

Topeng Manis Sang Pembunuh

  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 12, 2025
WpInfo
Fiksi
Misteri
Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari... ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat "kerjanya" tadi berulang-ulang, mengingatkannya, "Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa." "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. "Duduklah." Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#773
darkromance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Perfect Model ( Republish )
  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • Bound to Him

18+ .. Melangkah anggun dipanggung peragaan busana sudah menjadi kebiasaannya, sejak Invanya memutuskan untuk terjun sebagai seorang model. Setiap pijakan kakinya bagaikan alunan musik yang memabukkan jiwa. Gerakannya sungguh memikat hati para pelihat. Pesonanya terlalu memancar sehingga pupil mata mereka selalu membesar. Prestasi perempuan itu pun tak perlu diragukan lagi, Invanya telah meraih gelar sebagai model terbaik. Popularitasnya semakin meningkat, banyak yang memuja serta menjadikan inspirasi dikalangan dunia fashion show. Tetapi bagi Raefan. Ini bukan kebanggaan semata! Fenomena akan terjadi, bahkan pusaran rasa menyatu dalam satu jiwa. Ya! Invanya berada dalam genggaman Raefan, cengkeramannya begitu kuat. Invanya tak mungkin bisa lepas darinya. Mari kita lihat apakah Invanya mampu mengendalikan cengkeraman itu? Dan satu hal penting. Ini bukan tentang rasa, melainkan hasrat yang menggebu.​ ... PENASARAN? BACA SAMPAI SELESAI... JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN VOTE, FOLLOW, AND COMENT. SHARE REKOMENDASIKAN BOLEH BANGET BANGET HIHIHI . . . . . Me 👋 _jiwangantuk

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan