OLD FLAME : What We Left Unspoken

OLD FLAME : What We Left Unspoken

  • WpView
    Reads 2,108
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
⚠️Warning! 18+ 21+ Mature content, includes harsh word, drunk, skinship, kissing and making love, etc. _______________________ "They were never lovers. But they were never strangers." Seraphine Vanderbilt Castillo memastikan seluruh rencana hidupnya berjalan dengan mulus. Pendidikan, keluarga, sahabat dan karirnya sebagai atlet voli profesional. Tapi ada satu hal yang tak pernah ia perhitungkan dalam hidupnya-cinta. Perasaan semu yang dapat pudar seiring berjalannya waktu. Elias Noah Carrington adalah rencana yang meleset. Yang dulu Seraphine kira hanyalah rasa penasaran kini ia sadar kalau ini tidak sesederhana itu. Seperti takdir, Seraphine dan Elias bertemu kembali untuk kedua kalinya di sebuah konfrensi internasional di Switzerland. Dulu, mereka hanya saling menatap dari kejauhan, menghiraukan perasaan yang mulai mekar. Apakah bisa cinta yang tertunda bertahan di tengah ambisi dan dunia yang tak lagi sederhana ini berjalan mulus? Ini adalah kisah tentang kesempatan kedua, tentang cinta yang tak pernah benar-benar padam, dan tentang keberanian untuk kembali ke titik awal-dengan versi diri yang lebih baik. • • • Novel by ZAZACAT ------------------------------ Start : 24 Nov 2025 ------------------------------
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines