Papi dan Inez

Papi dan Inez

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 29, 2025
katanya cinta pertama anak perempuan itu ayahnya ya? kalau menurut Inez sih iya! anak tunggal kaya raya yang benar-benar disayang papi nya. Inez tak pernah sedikitpun kekurangan uang ataupun kasih sayang ayah. banyak orang berpikir "ujian Inez apa sih?" "Inez tuh sempurna, ekonomi bagus, pertemanan lancar, keluarga oke, percintaan lancar, apa kurangnya dia?" padahal mereka tak tahu, kalau Inez juga banyak kurangnya. mereka semua hanya melihat Inez dari luar, padahal Inez banyak ditusuk dari dalam.
All Rights Reserved
#26
inez
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines