"Tak berguna. Tak pintar. Tak bisa diandalkan. Kamu ini seolah tidak punya gen Ayudia di tubuhmu. Bagaimana bisa kamu sebodoh ini?!" Bagi Gendis Ayudia, rumah adalah penjara marmer yang dingin. Terlahir sebagai anak bungsu di keluarga konglomerat yang gila prestasi, Gendis selalu dianggap "produk gagal". Sertifikat tata boga kebanggaannya dihancurkan, mimpinya diinjak, dan ia dipaksa menjadi boneka bisnis. Muak dengan hinaan, Gendis memilih melarikan diri. Dengan modal nekat dan sisa tabungan, ia membangun Amerta Bakery, sebuah toko roti kecil tempat ia akhirnya bisa bernapas. Namun, bayang-bayang keluarga Ayudia tidak pernah benar-benar melepaskannya. Hingga suatu hari, sebuah insiden konyol di supermarket mempertemukannya dengan Arjuna Mahasura. Pria itu kaku, dingin, dan bicaranya penuh dengan pasal hukum. Dia adalah pengacara papan atas yang ditakuti, namun entah mengapa, dialah satu-satunya orang yang menawarkan perlindungan mutlak bagi Gendis. "Saya tidak peduli apa yang mereka katakan tentang saya. Tapi saya sangat peduli jika mereka mulai menyakiti kamu dengan kata-kata mereka. Bagi saya, melindungi kamu adalah tindakan yang paling logis dan efisien yang pernah saya lakukan dalam hidup saya." Di balik sikapnya yang posesif dan disiplin baja, Arjuna memberikan kehangatan yang tak pernah Gendis dapatkan. Namun, saat Gendis mulai merasa aman di pelabuhan barunya, ia menyadari bahwa masuk ke dalam keluarga Mahasura berarti masuk ke dalam labirin perlindungan yang sangat ketat... dan penuh rahasia. Sanggupkah Gendis bertahan dalam dekapan sang pengacara yang posesif, saat masa lalunya terus mengejar dan keluarga barunya memiliki cara unik-bahkan berbahaya-dalam mencintainya?
More details