He Is a Different Kind of Man

He Is a Different Kind of Man

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 28, 2025
Rania Pramesti tidak pernah percaya bahwa cinta bisa lahir di tempat kerja - apalagi di bawah atasan yang dingin, tegas, dan tampak tak berperasaan seperti Ardan Wiratama, CEO muda perusahaan konsultan keuangan ternama di Jakarta. Bagi Rania, kantor adalah tempat berjuang, bukan bermain perasaan. Namun, segalanya berubah ketika ia ditugaskan langsung menjadi asisten pribadi Ardan - pria yang tidak pernah tersenyum, tidak pernah salah, dan tidak pernah membiarkan siapa pun terlalu dekat. Tapi di balik tatapan dingin dan nada suara datar itu, Rania mulai menemukan sesuatu yang berbeda. Ardan bukan sekadar "bos" yang keras - dia adalah pria yang menyimpan masa lalu kelam, luka yang membentuknya menjadi sosok yang tertutup. Saat batas profesional mulai kabur, Rania terjebak antara logika dan perasaan. Ia tahu: mencintai Ardan bisa menghancurkan kariernya... tapi menahan diri terasa mustahil. Karena Ardan bukan pria biasa. He is a different kind of man. Dan cintanya - meski penuh rahasia - terasa terlalu nyata untuk diingkari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines