Where We Disappeared

Where We Disappeared

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 29, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Enam sahabat. Satu perjalanan. Dan sebuah dunia yang tak sepatutnya mereka temui. Apa yang bermula sebagai road trip cuti singkat ke villa keluarga Piqa di Genting bertukar menjadi misteri tak terjawab apabila mereka melintasi jambatan lama yang tersembunyi di balik kabus. Dalam sekelip mata, dunia di sekeliling mereka lenyap - digantikan dengan langit ungu, dua bulan bercahaya, dan tanah yang bernafas seperti ia hidup. Kuni, Azi, Teha, Hanis, Piqa, dan Jaccy mendapati diri mereka terikat dengan enam elemen purba - petir, ais, air, api, angin, dan alam. Namun di sebalik kuasa itu tersimpan sesuatu yang jauh lebih besar: rahsia tentang siapa mereka sebenarnya, dan mengapa dunia itu seolah-olah telah menanti kedatangan mereka sejak dahulu. Di tempat di mana logik tak lagi wujud, mereka bukan sekadar perlu bertahan - mereka perlu mencari jalan pulang, sebelum dunia itu menelan mereka sepenuhnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepada Yang Telah Melangkah Jauh
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Conquistador Vol. 2
  • MIMPI untuk SANDRA
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • Melting Pole
  • Camellia
  • Cinta Bersemi di Dunia Lain

Begitu Elisa menyelesaikan sebuah novel yang berjudul Surat-surat yang Tak Sampai, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya mengenai bagaimana penulis buku itu mengakhiri ceritanya. Cerita yang bertemakan cinta sepihak memang tak pernah memuaskan hati Elisa. Dan di buku itu, tokoh utama perempuan digambarkan sebagai sosok yang bersifat pendiam dan pemalu; hingga sampai akhir, perasaannya yang ditulis ke dalam banyak surat tak pernah sampai kepada sang pujaan hati; sebab semua disimpannya sendiri. Dan 10 tahun yang akan datang, sang tokoh utama malah tersiksa karena tindakan pengecutnya itu. Andai bisa, Elisa ingin sekali mencuri surat-surat itu lalu menyerahkannya langsung pada sang tokoh utama pria, agar hilang rasa gemasnya dan sang tokoh utama perempuan tak perlu memendam dan menyiksa perasaannya. Tetapi itu tidak mungkin, karena Elisa tahu bahwa cerita ini hanyalah fiktif belaka. Elisa juga tahu bahwa dia hanya terbawa perasaan, dia tutup novel itu dan bersiap untuk tidur. Tapi begitu dia membuka mata, dia tidak berada lagi di tempat tidurnya. Identitasnya berubah, dan dia malah bertemu nama-nama orang dari novel terakhir yang dibacanya itu. Awalnya, Elisa yakin bahwa ini hanya mimpi. Dia pun berbuat sesukanya. Tetapi jika benar ini adalah mimpi, bagaimana cara dirinya bangun dari sini? - Copyright © 2021 Namiasa Tanaka

More details
WpActionLinkContent Guidelines