Enam sahabat.
Satu perjalanan.
Dan sebuah dunia yang tak sepatutnya mereka temui.
Apa yang bermula sebagai road trip cuti singkat ke villa keluarga Piqa di Genting bertukar menjadi misteri tak terjawab apabila mereka melintasi jambatan lama yang tersembunyi di balik kabus. Dalam sekelip mata, dunia di sekeliling mereka lenyap - digantikan dengan langit ungu, dua bulan bercahaya, dan tanah yang bernafas seperti ia hidup.
Kuni, Azi, Teha, Hanis, Piqa, dan Jaccy mendapati diri mereka terikat dengan enam elemen purba - petir, ais, air, api, angin, dan alam.
Namun di sebalik kuasa itu tersimpan sesuatu yang jauh lebih besar: rahsia tentang siapa mereka sebenarnya, dan mengapa dunia itu seolah-olah telah menanti kedatangan mereka sejak dahulu.
Di tempat di mana logik tak lagi wujud,
mereka bukan sekadar perlu bertahan - mereka perlu mencari jalan pulang, sebelum dunia itu menelan mereka sepenuhnya.
[DONE]
Tidak ada perasaan yang sama, hanya sebuah perasaan yang menuai luka. Perasaan yang sama sekali tidak terbalaskan. Saat berusaha melupakan, orang itu tiba-tiba datang. Datang dengan segenap perasaan yang semua hanya kesemuan seperti nyata.
Perasaan kembali timbul, saat semua luka sudah terlanjur sembuh. Luka yang sudah tertutup rapat, kembali muncul dengan goresan yang tak kalah dalam. Tetapi, waktu bisa merubah segalanya. Termasuk perasaan seseorang.
---
Sebuah kisah yang mengambil tokoh aktor dari Indonesia. Ia Jefri Nichol.
---
Cerita seorang Nabila Alsya Azzahrah yang menyukai kakak kelasnya disekolah. Seorang Ketua OSIS disekolahnya. Jefri Nichol namanya.
Nichol sudah lulus saat Nabila baru bersekolah selama setahun disekolah menengah. Mereka tidak bertemu lagi. Tapi, perpisahan itu sama sekali tidak merubah perasaanya. Perasaan yang sama sekali tidak terbalaskan. Selama berbulan-bulan, Nabila belum bisa melupakannya. Nabila masih menunggunya walau ia sudah tidak tau apa kabarnya.
Sekuat itukah cinta? Bahkan jika ia hanya bertepuk sebelah tangan? Apakah waktu bisa merubah segalanya termasuk perasaan seseorang? Dan cukuplah untuk berjuang jika akhirnya hanya disia-siakan.