Di hamparan hampa udara di luar stasiun TAPOPS, energi kuantum meledak-ledak bagai kembang api kematian. Musuh terkuat yang pernah dihadapi oleh para pahlawan angkasa telah mengaktifkan senjata pemusnah massal yang mampu merobek jalinan dimensi. "Semuanya, mundur! Biar aku yang menahan ledakan ini!" Suara itu bergema di saluran komunikasi. BoBoiBoy berdiri di garda terdepan. Jam Kuasa di pergelangan tangan kirinya memancarkan cahaya hijau yang berpendar dahsyat. Demi menyelamatkan teman-temannya dan menghentikan kehancuran total, ia terpaksa mengakses wujud elemental yang paling menyatu dengan alam kehidupan: BoBoiBoy Rimba. "tumbukan akar raksasa!" Akar-akar raksasa yang terbuat dari energi murni mencuat dari celah-celah energi ruang angkasa, melilit senjata musuh dan mengurung ledakan masif itu di dalam sebuah bola vegetasi raksasa. Namun, harga yang harus dibayar sangat mahal. Ketidakstabilan energi kuantum memicu terciptanya lubang hitam dimensi tepat di bawah kakinya. "BoBoiBoy! Pegang tanganku!" teriak Gopal dari kejauhan, namun terlambat. Gravitasi dimensi menariknya terlalu kuat. Pandangan BoBoiBoy memutih. Hal terakhir yang ia ingat adalah senyuman tipisnya yang tulus, berharap teman-temannya selamat, sebelum tubuhnya tersedot sepenuhnya ke dalam kegelapan tak berujung.
More details