Enam Pelukan Terakhir

Enam Pelukan Terakhir

  • WpView
    LETTURE 47
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 23, 2026
" Gapapa kalian benci sama mas.. tapi tolong, nanti kalau misalnya mas udah ga ada didunia ini. tolong peluk mas ya? Mas pengenn banget rasanya dipeluk sama kalian.. " - Marven Shankara Arsan Anak sulung itu selalu tampak tenang di luar, namun di balik tatapannya tersimpan badai yang tak pernah benar-benar reda. Ia terbiasa menanggung segalanya sendirian - tanggung jawab, kesalahan, bahkan dosa yang bukan miliknya. Bagi seorang Marven Shankara Arsan, kebahagiaan adik adiknya adalah yang paling utama dalam hidupnya, tak apa bila mereka membencinya, tak apa jika mereka tak menganggap dia ada. Hanya satu keinginan besar Marven.. Ingin rasanya dia direngkuh oleh adik-adik nya, membayangkan betapa hangatnya pelukan itu.. Mungkin sebelum dia meninggalkan duka bagi semua orang. Halooooo, aku buat cerita baruu. Dan ini bener² hasil dari pikiran aku sendiri, jadi jika ada kesamaan nama, tempat mohon dimaafkan.. 🤍
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • President's Wife
  • El and Jerganio (End)
  • Skyline Marriage
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • Kamu Hanya Milikku
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • GUMI [Completed]
  • Heyu : Second Gear

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti