SCAR : Restart Everything We've Been Through

SCAR : Restart Everything We've Been Through

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
Sekar takut dengan orang lain, semuanya memburuk semenjak orang-orang di sekitarnya mencampakkan dia seperti kotoran hewan. Namun entah bagaimana takdir mempertemukannya dengan Rizky, seorang lelaki yang begitu mencintainya seperti bernafas. Sekar sulit percaya, walaupun sudah terhitung lebih dari satu tahun mereka dekat, Sekar begitu skeptis dan menolak kebenaran bahwa dirinya bukanlah seseorang yang tidak pantas bahagia. Tapi dia tidak menyerah, ia melawan depresinya dengan tangguh. Bahkan bersumpah jikalau dia berhasil menerima perasaan Rizky dan mengakui perasaannya sendiri, dia akan menyatakan semuanya di bawah pohon akasia yang bermekaran. Hingga tibalah waktu yang dijanjikan. Namun, pernyataan rasa itu menjadi kata-kata terakhir Sekar sebelum pohon akasia itu tumbang dan sesuatu yang besar terjadi.
All Rights Reserved
#30
dunialain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Help, I'm a Zombie!
  • Married Secret (Fattqeel)
  • SWITCH
  • Heir Without Blood
  • Force to Marry the Devil
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • S Di Antara Dua N
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • The Character Who Was Meant to Die

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines