Lima tahun cinta yang tulus dibayar dengan pengkhianatan fatal. Reyhan, seorang mahasiswa Akuntansi yang terstruktur dan dingin, memutuskan untuk mengunci rapat-rapat hatinya setelah Lisa, kekasihnya selama setengah dekade, memilih menikah dengan pria lain. Baginya, mati rasa adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
Namun, dinding pelindung yang ia bangun kokoh itu seketika dirobohkan oleh kehadiran Bagas Wiratama.
Bagas, seorang Kakak Tingkat (Kating) dari Teknik Sipil,
adalah representasi dari segala hal yang Rey benci: angkuh, bising, dan sok berkuasa.
Selama masa Orientasi Universitas Dharma (OSPEK), Bagas menjadikan Rey target utamanya-memaksa, menantang, dan menyindir Rey yang kaku. Konflik mereka memuncak saat malam terakhir OSPEK; di tengah kedinginan malam, Rey berani mengerjai Bagas dengan suara kuntilanak di toilet. Kemarahan Bagas membuat mereka berhadapan dalam jarak yang terlarang, meninggalkan Rey dengan kebingungan dan janji pertemuan.
Di luar bayang-bayang OSPEK, Bagas melepaskan persona Kating-nya. Ia mengungkap orientasi seksualnya sebagai gay dan menyatakan tujuan sebenarnya: membantu Rey "hidup" lagi dari trauma cinta masa lalu.
Akankan Bagas berhasil membantu Rey dalam mengatasi rasa Traumatis nya??
Novel ini adalah kisah tentang proses penyembuhan, penemuan diri, dan keberanian untuk mencintai kembali, bahkan jika cinta itu datang dalam bentuk yang sama sekali tidak pernah kita duga.
||FOLLOW SEBELUM BACA!!!||
"Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya.
Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya.
"Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu.
Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai.
"Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala.
Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai.
"Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya.
Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu?
***
Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞
⚠️⚠️⚠️
Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS.
JANGAN JADI SILENT READER!