When Stars Meet Scalpel

When Stars Meet Scalpel

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung<5 mins
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 29, 2025
Sebelas tahun lalu, Choi Seungcheol (S.COUPS) hanyalah seorang trainee muda di Pledis Entertainment penuh impian, tapi sering kelelahan. Suatu sore hujan, dia tergelincir di tangga belakang gedung latihan. Saat itu, seorang gadis datang menolong Kim Han Na, mahasiswi kedokteran tingkat awal yang kebetulan lewat selepas kegiatan sukarelawan medis. Dengan tangan lembut dan senyum menenangkan, Han Na membersihkan lukanya dan berkata, > "Suatu hari, kalau kamu berhasil, jangan lupa untuk tetap manusia." Bagi Seungcheol, kalimat itu menancap dalam. Namun setelah hari itu, mereka tak pernah bertemu lagi. Waktu berlalu... dan dunia mereka berubah. .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nyangga
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • WHO ARE YOU
  • Choose... Him
  • I'II Smile Even it is Hurts
  • Hyung! Be Carefull.  (Complete )
  • Senja Yang Mengikat
  • Because of Me [GYUJUN] βœ“
  • It's Our Day..
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan