Queen Ara Bella

Queen Ara Bella

  • WpView
    MGA BUMASA 1
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Oct 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di ruang keluarga *ara sini kamu//ucap ayahnya* *iya kenapa yah* *kamu bakalan ayah jodohin sama anak temen ayah* *ara gk mau yah, ayah suka banget jodohin aku sama orang* *bunda liat tuh ayah masa aku mau di jodohin sama anak nya rekan bisnis nya lagi sih bun* *maaf sayang bunda kali ini gak bisa bantu karena ini emang wasiat dari almarhum nenek kamu * *ihh bunda ko gitu sih bun* Sementara di keluarga cowo *Jarrel sini kamu// ucap sang ayah* *hmm knpa yh * *kamu bklan ayah jodohin sama anak teman ayah* *siapa nama nya yh? * *Queen ara bella* *hmm//Jarrel hanya ber dekhem saja karna dirinya sudah terbiasa di jodohin sama ayahnya ini dan sebelum di jodohin jarrel bkalan cri tau dulu orng yg bklan Di jodohin sama dia kek gmna * Kalo kalian suka nanti jangan lupa baca yh (maaf baru pemula makanya gk terlalu bisa bikin cerita)
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman